Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Wilayah Peri Urban




Kawasan Peri Urban merupakan kawasan yang merupakan transisi dari wilayah perkotaan dengan wilayah pedesaan. kawasan Peri Urban cenderung diidentikkan dengan kawasan pinggiran kota. kawasan ini memiliki perkembangan wilayah yang banyak merupakan pengaruh dari perkembangan pusat kota. 
Kawasan Peri Urban kerap memiliki dampak yang sangat tinggi terhadap perkembangan pusat kota. hal ini tentunya dapat terlihat ketika jumlah penduduk yang semakin bertambah di wilayah pusat kota dan luas lahan yang dapat terbangun sangat terbatas maka alternatif yang selalu terjadi adalah pembangunan di wilayah pinggiran kota. wilayah ini kemudian yang tadinya memiliki ciri pedesaan yang sangat dominan menjadi beralih ke transisi perkotaan.  Wilayah Peri Urban sendiri terbagi atas 3 klasifikasi wilayah berdasarkan penggunaan lahan dan jumlah penduduk yang meliputi:
  1. Wilayah peri-urban primer. Wilayah ini telah hampir mendekati karakteristik dari wilayah perkotaan dengan ciri-ciri, antara lain kepadatan penduduk ≥5.000 jiwa/km2, penggunaan lahan agraris hanya <29% dan < 40% penduduknya bermata pencaharian di sektor pertanian. 
  2.  Wilayah peri-urban sekunder. Wilayah ini berada antara wilayah peri-urban primer dan wilayah rural-urban dengan dicirikan penggunaan lahan agraris sekitar 29-65%, kepadatan penduduk ≥3.000 jiwa/km2 - <5.000jiwa/km2 dan mata pencaharian penduduknya di bidang pertanian hanya sekitar 40-60%. 
  3.  Wilayah rural-urban. Wilayah ini berbatasan langsung dengan wilayah pedesaan, sehingga masih terlihat penampakan penggunaan lahan agraris >65%, dan kepadatan penduduknya ≥1.000 jiwa/km2 - <3.000jiwa/km2. 

Posting Komentar untuk "Wilayah Peri Urban"